Hermeneutika Semesta: Langit, Bumi, Manusia, dan Ekologi dalam Horizon Ketuhanan

Sinopsis Buku
Hermeneutika Semesta: Langit, Bumi, Manusia, dan Ekologi dalam Horizon Ketuhanan menghadirkan sebuah paradigma baru dalam studi Islam dan filsafat dengan memperkenalkan hermeneutika semesta sebagai pendekatan untuk membaca alam sebagai teks ilahi yang hidup. Buku ini tidak berhenti pada tafsir ayat-ayat kauniyah, tetapi membangun dialog kreatif antara Al-Qur’an, filsafat, hermeneutika, sains, dan etika ekologi sehingga melahirkan perspektif yang melampaui dikotomi agama dan ilmu pengetahuan. Langit, bumi, hujan, angin, burung, hingga eksistensi manusia ditafsirkan sebagai jaringan makna yang menghubungkan dimensi ontologis, epistemologis, ekologis, dan spiritual dalam satu horizon ketuhanan. Dengan demikian, buku ini bukan sekadar menawarkan pembacaan baru atas alam, melainkan menggeser cara manusia memahami dirinya sendiri: dari penguasa bumi menjadi penafsir amanah, dari konsumen alam menjadi penjaga kehidupan, dan dari pencari pengetahuan menjadi peziarah makna yang menemukan jejak Tuhan di setiap denyut semesta.
Berangkat dari tradisi tafsir Al-Qur’an namun melampauinya ke dalam horizon filsafat, hermeneutika, dan sains, buku ini menawarkan sintesis orisinal yang belum banyak dikembangkan dalam khazanah intelektual Islam kontemporer. Setiap fenomena alam dibaca bukan sekadar sebagai objek observasi ilmiah, tetapi sebagai teks kosmik yang menyimpan lapisan makna ontologis, epistemologis, etis, ekologis, dan teologis. Melalui pembahasan tentang kosmos, langit dan bumi, manusia, hujan, angin, burung, hingga ekologi kehidupan, pembaca diajak menyadari bahwa krisis lingkungan sesungguhnya berakar pada krisis hermeneutik: manusia kehilangan kemampuan membaca alam sebagai ayat Tuhan dan mereduksinya menjadi komoditas ekonomi. Inilah yang menjadikan Hermeneutika Semesta bukan sekadar buku tentang tafsir ayat-ayat kauniyah atau filsafat lingkungan, melainkan sebuah paradigma baru yang merekonstruksi relasi manusia dengan Tuhan, alam, dan dirinya sendiri melalui pembacaan yang integratif, reflektif, dan transformatif.
Berpuncak pada konsep Hermeneutika Cinta, buku ini menawarkan kebaruan bahwa relasi manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama tidak cukup dibangun melalui pengetahuan, tetapi harus disempurnakan oleh cinta sebagai horizon tertinggi penafsiran. Dalam perspektif ini, ilmu tidak lagi menjadi instrumen dominasi, melainkan jalan pembentukan kebijaksanaan; akal tidak dipisahkan dari nurani, spiritualitas tidak dipisahkan dari tanggung jawab ekologis, dan agama tidak dipisahkan dari pemeliharaan kehidupan. Melalui narasi yang reflektif, filosofis, dan argumentatif, Hermeneutika Semesta menggeser paradigma modern yang eksploitatif menuju paradigma kontemplatif, di mana alam dipahami sebagai ayat yang harus dibaca, amanah yang harus dijaga, rumah bersama yang harus dirawat, sekaligus ruang perjumpaan manusia dengan jejak-jejak kehadiran Ilahi. Dengan demikian, buku ini hadir bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk mentransformasi cara manusia berpikir, memaknai, dan menghayati keberadaannya di tengah semesta.
Ditujukan bagi akademisi, mahasiswa, santri, peneliti, peminat filsafat, pegiat lingkungan, hingga masyarakat luas, Hermeneutika Semesta hadir sebagai karya lintas disiplin yang membuka horizon baru dalam memahami relasi antara Islam, filsafat, ekologi, dan kemanusiaan. Di tengah krisis ekologis global, degradasi moral, dan kekeringan makna yang menjadi wajah peradaban modern, buku ini menawarkan sebuah paradigma alternatif: membaca alam sebagai wahyu kosmik, memahami kehidupan sebagai amanah eksistensial, serta menempatkan pengetahuan sebagai jalan menuju kebijaksanaan, bukan sekadar penguasaan. Lebih dari sekadar buku refleksi, karya ini merupakan manifesto intelektual dan spiritual yang mengajak pembaca mentransformasikan cara berpikir, cara memandang alam, dan cara menghayati keberadaan, hingga akhirnya menyadari bahwa perjalanan menafsirkan semesta adalah perjalanan menafsirkan diri, menemukan jejak-jejak Tuhan dalam setiap fenomena kehidupan, dan membangun peradaban yang berpijak pada ilmu, cinta, dan tanggung jawab terhadap seluruh ciptaan.

Penulis:
Dr. Jasminto

Editor: Siti Rofi’ah
Tata Sampul: Ahmeda Sava Fusena
Tata Isi: Hameda Vada Mehat

Juli, 2026

208 hlm.; 14,8 cm × 21 cm

ISBN:

Diterbitkan oleh:
PT. Filosufi Press Indonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *