Membangun Ekosistem Kolaboratif Guru Berbasis Nilai
KH. Hasyim Asy’ari

Budaya Kerja Humanis: Membangun Ekosistem Kolaboratif Guru Berbasis Nilai KH. Hasyim Asy’ari menghadirkan gagasan tentang transformasi budaya kerja guru di Madrasah Ibtidaiyah melalui sintesis antara teori organisasi pendidikan kontemporer dan khazanah pendidikan Islam. Buku ini bertolak dari pandangan bahwa mutu pendidikan tidak cukup dibangun melalui kurikulum, teknologi, regulasi, maupun peningkatan kompetensi individual guru. Mutu yang berkelanjutan justru membutuhkan budaya organisasi yang sehat, humanis, reflektif, kolaboratif, dan berlandaskan adab.
Di tengah perubahan teknologi, digitalisasi pendidikan, kecerdasan buatan, tuntutan profesionalisme, dan kompleksitas persoalan pembelajaran, guru tidak lagi memadai diposisikan sekadar sebagai penyampai pengetahuan. Guru perlu hadir sebagai pembelajar profesional, fasilitator, mentor, kolaborator, sekaligus agen perubahan. Karena itu, buku ini mengkritisi budaya kerja yang individualistis, administratif, dan birokratis, lalu menawarkan pergeseran menuju ekosistem kerja yang memungkinkan guru saling belajar, berbagi pengetahuan, melakukan refleksi, membangun kepercayaan, serta menciptakan inovasi secara kolektif.
Keunikan buku ini terletak pada penempatan pemikiran KH. M. Hasyim Asy’ari, terutama dalam Adab al-‘Ālim wa al-Muta‘allim, sebagai fondasi etik budaya organisasi pendidikan. Nilai adab, ikhlas, tawadhu’, amanah, keteladanan, penghormatan terhadap ilmu, musyawarah, ukhuwah, dan tanggung jawab moral tidak dipahami sebatas kesalehan personal, tetapi direkonstruksi sebagai prinsip dalam kepemimpinan, relasi profesional, pengambilan keputusan, kolaborasi guru, dan pengembangan organisasi.
Buku ini kemudian mengembangkan Model Pengembangan Budaya Kerja Humanis Berbasis Nilai KH. Hasyim Asy’ari, dengan adab sebagai fondasi yang diintegrasikan bersama kepemimpinan humanis, budaya kolaboratif, budaya reflektif, komunitas belajar guru, Professional Learning Community, organisasi pembelajaran, pengelolaan pengetahuan, dan inovasi berkelanjutan. Dengan kerangka tersebut, madrasah dipahami bukan sekadar sebagai tempat berlangsungnya proses belajar-mengajar, melainkan sebagai organisasi pembelajaran dan komunitas beradab yang memungkinkan seluruh warganya tumbuh bersama.
Melalui sepuluh bab yang bergerak dari pembahasan hakikat budaya kerja, humanisme dalam pendidikan Islam, nilai-nilai KH. Hasyim Asy’ari, dimensi budaya kerja humanis, ekosistem kolaboratif guru, kepemimpinan humanis, komunitas belajar, hingga transformasi budaya organisasi, buku ini menawarkan perspektif konseptual sekaligus praktis bagi guru, kepala madrasah, dosen, mahasiswa, peneliti, dan pengambil kebijakan. Muara pembahasannya adalah pembangunan madrasah yang adaptif terhadap perubahan, profesional dalam tata kelola, kuat dalam kolaborasi, tetapi tetap berpijak pada adab, kemanusiaan, dan kemaslahatan sebagai identitas pendidikan Islam.
Penulis:
Imam Muslih, M.PdI
Dr. Ariga Bahrodin, M.Pd
Evita Widiyati, S.PdI., M.Pd
Muhammad Abror Rosyidin, M.Pd
Ali Mahsun, M.Pd
Editor:
Dr. Siti Rofi’ah, M.PdI
Layout dan Desain Sampul
Hameda Vada Mehat
Ahmeda Sava Fusena
286 hlm; 15,5 x 23 cm
Penerbit:
PT. Filosufi Press Indonesia
Jl. Nanggalan Watugaluh Residence F9
Watugaluh, Diwek, Jombang
Website: filosufi.com
E-mail: penerbit@filosufi.com
WA: 0813-6411-3113
