
Belajar filsafat bukan sekadar menghafal nama tokoh, memahami teori, atau memenangkan perdebatan. Filsafat adalah latihan mencintai kebijaksanaan, dan cinta kepada kebijaksanaan selalu menuntut adab. Tanpa adab, kecerdasan dapat berubah menjadi kesombongan, kritik menjadi penghinaan, keraguan menjadi kebingungan, dan kebebasan berpikir menjadi alasan untuk menghakimi orang lain.
Buku Adab Belajar Filsafat mengajak pembaca memeriksa bukan hanya apa yang dipikirkan, tetapi juga bagaimana dan untuk apa pikiran digunakan. Pembaca dibimbing untuk mengenali bias, mengakui keterbatasan, memahami sebelum menyimpulkan, mendengarkan sebelum membantah, serta menempatkan kebenaran di atas ego dan kemenangan. Pendapat diperlakukan sebagai kesimpulan sementara yang terbuka untuk diuji, bukan sebagai identitas yang harus dipertahankan meskipun alasan-alasannya telah runtuh.
Melalui enam bab, buku ini membahas adab terhadap diri, proses berpikir, pengetahuan, guru dan lingkungan, kedewasaan intelektual, serta dimensi eksistensial pemikiran. Setiap pembahasan menegaskan bahwa pengetahuan sejati semestinya mengubah cara manusia memahami kehidupan, memperlakukan perbedaan, menerima kritik, dan mengakui kesalahan. Sebab, orang dapat mengetahui banyak teori tentang kebijaksanaan tanpa pernah menjadi bijaksana.
Berakar pada tradisi pendidikan Islam dan pesantren serta berdialog dengan pemikiran filosofis, buku ini menawarkan semangat “filsafat ramah akidah.” Akal tidak dimusuhi, tetapi juga tidak disombongkan. Pertanyaan tidak dibungkam, tetapi diarahkan oleh tanggung jawab moral dan spiritual. Iman dan akal ditempatkan dalam hubungan yang saling menerangi untuk membentuk manusia yang kritis sekaligus beradab.
Ditulis dengan bahasa reflektif, analitik, dan mudah dipahami, buku ini ditujukan bagi mahasiswa, santri, pendidik, serta siapa pun yang ingin belajar berpikir secara jernih dan bertanggung jawab. Buku ini tidak menjanjikan pembacanya selalu benar, tetapi mengajaknya menjadi pribadi yang jujur ketika salah, rendah hati ketika mengetahui, dan tetap beradab ketika berbeda.
Adab Belajar Filsafat
Penulis:
Dr. Jasminto
Editor: Dr. Siti Rofi’ah
Tata Sampul: Ahmeda Sava Fusena
Tata Isi: Hameda Vada Mehat
Agustus, 2026
234 hlm.; 14,8 cm × 21 cm
ISBN:
Diterbitkan oleh:
PT. Filosufi Press Indonesia
Jl. Nanggalan Watugaluh Residence F9
Watugaluh, Diwek, Jombang
Website: filosufi.com
E-mail: penerbit@filosufi.com
WA: 0813-6411-3113
