Kang Sapar Menertawakan Dunia

sampul depan kang sapar

Kang Sapar Menertawakan Dunia menghadirkan rangkaian kisah humor filosofis yang berangkat dari kehidupan pesantren, warung kopi, ruang pendidikan, birokrasi, pengadilan, hingga percakapan sehari-hari. Tokoh utamanya, Kang Sapar, adalah santri Jawa berambut gondrong, berkopyah, dan kadang menyelipkan rokok di bibirnya. Ia bukan filsuf yang berdiri di menara teori, bukan pula orang suci yang merasa telah selesai dengan dirinya. Tetapi, melalui pertanyaan sederhana, jawaban ganjil, dan kelakar yang mengejutkan, ia mampu membongkar kebodohan yang menyamar sebagai kepandaian serta kepentingan yang berkostum kebenaran.

Setiap kisah membawa pembaca memasuki persoalan mendasar tentang manusia: kesombongan intelektual, ketidakadilan, kemunafikan, kekuasaan, pendidikan, agama, keserakahan, dan kegemaran membenarkan diri. Kang Sapar menunjukkan bahwa kebodohan tidak selalu lahir dari kekurangan pengetahuan; terkadang ia justru tumbuh subur dalam kepala yang penuh gelar, tetapi kehilangan kerendahan hati. Di tangannya, humor menjadi jalan epistemik untuk menguji cara manusia mengetahui, menilai, dan meyakini sesuatu, sementara satire menjadi kritik etis terhadap jarak antara ucapan dan tindakan.

Berakar pada tradisi humor pesantren, buku ini mempertemukan kelucuan dengan perenungan filosofis, akal sehat dengan adab, serta kritik sosial dengan spiritualitas. Tawa tidak digunakan untuk merendahkan korban, melainkan untuk membuka topeng kesombongan, kelicikan kuasa, dan kekeliruan yang telanjur dianggap kewajaran. Pembaca mungkin mula-mula tertawa melihat keanehan tokoh-tokohnya, tetapi perlahan menyadari bahwa wajah yang sedang ditertawakan ternyata tidak jauh berbeda dari wajahnya sendiri.

Kang Sapar Menertawakan Dunia bukan sekadar kumpulan cerita jenaka, melainkan undangan untuk berpikir tanpa kehilangan kegembiraan, mengkritik tanpa meninggalkan adab, dan mencari kebenaran tanpa merasa telah memilikinya secara mutlak. Sebab dunia sering kali bukan menjadi lucu karena manusia kehilangan akal, melainkan karena setiap orang merasa akalnya paling benar. Melalui Kang Sapar, pembaca diajak tertawa, bercermin, lalu bertanya dengan jujur: jangan-jangan kebodohan yang selama ini kita tertawakan sedang duduk tenang di dalam diri kita sendiri.

KANG SAPAR MENERTAWAKAN DUNIA

Penulis:
Dr. Jasminto

Editor: Dr. Siti Rofi’ah
Tata Sampul: Ahmeda Sava Fusena
Tata Isi: Hameda Vada Mehat

Gambar/Ilustrasi: Jasminto

Agustus, 2026

457 hlm.; 15,5 cm × 23 cm

ISBN:

Diterbitkan oleh:
PT. Filosufi Press Indonesia

Jl. Nanggalan Watugaluh Residence F9

Watugaluh, Diwek, Jombang

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *